Gan, pernah nggak sih lo ngiklan di Google Ads, duit udah diabisin lumayan, tapi hasilnya gitu-gitu aja?
Rasanya kayak ngisi air ke ember bocor. Duit ngalir terus, tapi yang jadi pelanggan bisa diitung jari. Udah gitu, pas lihat laporan dari Google, semuanya kelihatan ijo-ijo, bagus-bagus aja. Conversion rate oke, CPC (katanya) murah.
Tapi kok… boncos ya?
Kalau lo ngalamin ini, tenang. Lo nggak sendirian. Dan ini bukan berarti lo nggak jago ngiklan. Bisa jadi, lo cuma belum kenal sama satu fitur super powerful yang sering disembunyiin Google: SEGMENTASI.
Anggap aja ngiklan itu kayak nebar jala buat nangkep ikan (pelanggan). Kebanyakan orang, termasuk gue dulu, nebar jalanya ke seluruh danau. Ya dapet sih ikan, tapi sampahnya juga banyak, ikan kecil-kecil yang nggak guna juga ikut keangkut. Boros tenaga, boros jala.
Padahal, para nelayan pro (digital marketer cerdas) itu tahu di mana “kolam ikan” yang paling banyak isinya. Mereka cuma nebar jala di situ. Efisien, efektif, dan hasilnya Cuan!
Nah, “Segmentasi” ini adalah kacamata canggih buat nemuin di mana aja “kolam ikan” itu di akun Google Ads lo.
Gimana caranya? Yuk, kita bedah bareng. Simpel kok!
1. Mata-Matai Jaringan Iklan Lo
Google itu punya “teman-teman” yang disebut Search Partners. Kadang, iklan kita juga ditayangin di tempat mereka. Masalahnya, kualitas trafik dari “teman-teman” ini seringkali ampas. Cuma ngabisin budget tanpa hasil.
Caranya: Di laporan campaign lo, klik Segment > Network (with search partners).
Lihat deh, berapa banyak duit lo yang lari ke Search Partners? Kalau gede banget dan nggak ada hasilnya (nggak ada konversi), mending matiin aja, Gan. Fokus ke Google Search murni yang lebih berkualitas.
2. Bongkar Performa “Aset” Iklan
Lo pasang banyak assets (dulu namanya extensions) kayak Sitelink, Callout, dll kan? Google seringkali nampilin laporan performa secara gabungan, jadi kelihatannya bagus semua.
Padahal, kalau dibedah satu-satu, pasti ada asset yang cuma jadi benalu. Cuma ikut nampang tapi nggak pernah diklik atau nggak menghasilkan konversi.
Caranya: Masuk ke bagian Assets, lalu segmentasikan berdasarkan Ad atau Campaign. Lo bakal lihat asset mana yang cuma numpang eksis doang. Yang jelek? Ganti atau hapus!
3. Intip Keyword Lo Lebih Dalam
Kadang, satu grup iklan isinya beberapa keyword. Lo pikir semuanya relevan. Tapi bisa jadi ada satu keyword spesifik yang datengin pelanggan berkualitas, sementara keyword lain cuma datengin orang iseng.
Caranya: Di level Ad Group, lihat tab Search keywords. Klik Segment dan lihat performa tiap keyword secara individu. Mana yang paling banyak menghasilkan konversi dengan biaya termurah? Itulah “kolam ikan” lo. Yang performanya jelek? Turunin bid-nya atau bahkan pause aja.
4. Cek Perangkat Pengguna: HP vs Desktop
Jangan pukul rata semua pengguna itu sama. Pengguna yang buka iklan dari HP (Mobile) punya perilaku beda sama yang buka dari Laptop (Desktop).
Mungkin produk lo lebih gampang dibeli lewat desktop karena butuh ngisi form yang panjang. Atau mungkin iklan lo lebih efektif di HP karena targetnya anak muda yang nggak bisa lepas dari gadget.
Caranya: Klik Segment > Device. Bandingkan performa antara Mobile, Desktop, dan Tablet. Kalau ada salah satu yang boros budget tapi minim hasil, lo bisa turunin bid khusus untuk perangkat itu. Jangan biarin si boros ini ngabisin jatah budget si jagoan.
Intinya, Gan…
Berhenti ngelihat laporan iklan lo secara global. Itu jebakan! Google suka nampilin data yang “dirata-ratain” biar kelihatan bagus.
Tugas lo sebagai marketer cerdas adalah jadi detektif. Bedah datanya, bongkar laporannya, cari di mana “bocornya”.
Dengan mainin fitur Segmentasi ini, lo bisa:
- Stop buang duit di tempat yang salah.
- Alokasiin budget ke area yang paling menghasilkan (cuan!).
- Bikin iklan lo jauh lebih efisien dan profitable.
Sekarang, coba deh buka akun Google Ads lo. Pilih satu campaign andalan, dan langsung praktekin 4 jurus segmentasi di atas.
Gue jamin, lo bakal nemuin sesuatu yang bikin lo bilang, “Wah, anjir, duit gue ke mana aja selama ini?”
Selamat mencoba, dan semoga nggak boncos lagi!
